Gantangan TGR yang berada di Desan Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, pada hari Minggu 30 November 2025 kembali diramaikan oleh kehadiran dekoemania dari seputar kota Blitar, Kediri dan Trenggalek. Mereka hadir dalam rangka memenuhi undangan panitia Liga Tulungagung II Putaran 10 Dita Bird Farm Cup.

Seperti pada event-even sebelumnya, tidak ada yang berbeda. Panitia membuka dua partai yakni Kelas Bebas dan Kelas Pemula. Harga tiket masih tetep dibandrol dengan nilai Rp 25 ribu. Setiap peserta berhak atas suguhan berapa makan pagi, kopi dan air mineral. Bagi peraih juara di masing-masing kelas, panitia menyediakan hadiah berupa piagam dan poin yang mereka dapat.
Bagi mereka yang berhasil meraih podium di barisan depan dalam daftar kejuaraan, maka akan mendapatkan nilai poin yang lebih besar, sehingga peluang untuk bisa menyalip lawan, mempertahankan posisi atau bahkan meninggalkan lawan, akan sangar terbuka lebar. Maka dari itu setiap poin yang didapat, sangat berarti.
Dukungan peserta yang diberikan pada gelaran kali ini luar biasa. Masing-masing kelas penuh sesak oleh kehadiran para pemburu juara. dr.Gaguk selaku pemilik Dita Bird Farm mengapresiasi dukungan yang diberikan peserta. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan yang telah mendukung dengan jalan hadir meramaikan Liga Tulungagung II Putaran ke-10,” terang dr.Gaguk.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan banyaknya dukungan yang diberikan, menjadi sebuah pertanda bagus dan positif untuk hobi derkuku di masa yang akan datang. “Semakin banyak dukungan dari peserta, itu artinya bahwa lomba akan bertambah ramai dan banyak. Jika hal itu terus terjadi, maka hobi derkuku ke depan akan bertambah semarak,” sambung pria yang dikenal juga sebagai kung mania.
Cuaca cerah menjadi pemandangan yang bisa dinikmati oleh mereka yang hadir di lapangan. Kondisi ini menjadi faktor keberuntungan dan kelancaran proses penjurian yang terjadi sampai empat babak. Sampai akhirnya proses penentuan kejuaraan ditentukan. Untuk juara pertama berhasil menjadi milik Maestro amunisi TGR Tulungagung produk ternak B2W yang dikerek pada nomor 116.

Disusul kemudian Copet andalan Mbah Demang Kediri, derkuku bergelang PN 955 yang dikerek pada nomor 103 di urutan kedua dan tempat ketiga dimenangkan oleh Santiyaki orbitan N3 Bird Farm Tulungagung, ring N3 yang menempati nomor kerekan 123. Di Kelas Pemula, juara pertama berhasil menjadi milik Bagong, amunisi N3 Bird Farm Tulungagung, ternak N3 yang berada di nomor kerekan 55.
Ditempat kedua ada Manikmaya andalan Aris Madu Blitar derkuku bergelang PN 918 yang dikerek pada nomor 59 dan tempat ketiga kembali Aris Madu Blitar berhasil meloloskan Umar Moyo orbitanya bergelang PN 15 yang dikerek pada nomor 74 di podium ketiga. Diakhir acara, panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan peserta. Permintaan ma’af juga disampaikan, jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.

