KGPAA Paku Alam Cup Yogyakarta, Perhelatan Akbar dan Ajang Adu Gengsi Dekoemania Tanah Air, Tiga Produk B2W Sapu Bersih Podium Pertama Semua Kelas

KGPAA Paku Alam Cup Yogyakarta, Perhelatan Akbar dan Ajang Adu Gengsi Dekoemania Tanah Air, Tiga Produk B2W Sapu Bersih Podium Pertama Semua Kelas

Lomba besar Seni Suara Alam Burung Derkuku hasil garapan PPDSI bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperebutkan Piala KGPAA Paku Alam benar-benar mampu menyuguhkan sebuah perhelatan akbar yang luar biasa dan bisa dikatakan sulit untuk ditandingi.

Undangan kehormatan KGPAA Paku Alam Cup VI Yogyakarta

Selama ini KGPAA Paku Alam menjadi sebuah gelaran fenomenal yang tidak pernah dilewatkan begitu saja oleh mereka yang mengaku sebagai pelomba sejati. Nama besar KGPAA Paku Alam sebagai gelaran yang memiliki daya tarik luar biasa dengan jumlah peserta yang selalu membludak, sudah tidak bisa terbantahkan.

Sensasi yang dimunculkan lomba selevel KGPAA Paku Alam tidak bisa disamakan dengan gelaran lainnya, meski dengan kemasan yang sama. Ada anggapan yang menguatkan bahwa KGPAA Paku Alam selalu menyuguhkan sebuah pertarungan hebat para jawara dan orbitan milik dekoemania dari masing-masing daerah.  

KGPAA Paku Alam Cup Yogyakarta, perhelatan akbar dan ajang adu gengsi dekoemania tanah air

Dekoemania hadir ke Yogyakarta bukan semata-mata untuk menghilangkan rasa rindu dan mempererat hubungan sebagai sesama mania burung derkuku, lebih dari itu bahwa apa yang selalu disuguhkan oleh KGPAA Paku Alam tidak bisa ditukar dengan sebuah gelaran lainnya meski dengan skala yang sama.

Dekoemania lintas daerah, lintas usia dan lintas profesi bersatu bangun hobi

Ajang yang digelar pada Minggu, 12 Juni 2022 di Kagungan Dalem Alun-Alun Selatan Yogyakarta, bukan saja menjadi even silaturrahmi antar dekoemania tanah air, setelah cukup lama tidak pernah tergelar kegiatan akibat pandemi corona, tetapi menjadi gelaran yang menyuguhkan sebuah pertarungan adu gengi, peternak dan pelomba.

Karena yang pasti, seluruh dekoemania yang tersebar di seluruh tanah air, ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Hanya derkuku yang memiliki kualitas dan mental lapangan bagus, yang berhak membawa trophy kemenangan yang disediakan oleh panitia dimasing-masing kelas yang dilombakan.

Dewa Brata produk B2W BF dikukuhkan sebagai peraih poidum pertama Kelas Senior

Trophy Mahkota KGPAA Paku Alam juga menjadi salah satu alasan mereka untuk hadir dan berharap orbitannya bisa juara. Bagi mereka yang berhasil menembus urutan tiga besar di setiap kelas, maka Piala Replika Mahkota KGPAA Paku Alam berhak menjadi miliknya. Sebuah kebanggaan tersendiri ketika piala replika mahkota tersebut berhasil diboyong.

H.Yusuf Haryanto pemilik Presiden menerima replika Mahkota KGPAA Paku Alam

Kemudian dipajang di etalase rumah dan akhirnya menjadi sebuah pemandangan yang selalu dipertontonkan bagi mereka yang berada dekat dengannya. Ada kebanggaan tersendiri dan tiak bisa ditukar dengan apapun, ketika melihat Piala Replika Mahkota KGPAA Paku Alam terpampang jelas disekitar kita.  

Maka tidak heran jika peminat even tersebut  selalu mendulang sukses besar. Tiga Kelas yang dibuka untuk peserta yakni Kelas Senior (1 blok), Kelas Yunior (2 blok) dan Kelas Pemula (3 blok) tak mampu menampung membludaknya antusias peserta yang ikut menjadi saksi betapa luar biasanya even kali ini.

Pesertayang berhasil menembus urutan juara di Kelas Senior foto bareng

Bahkan di kelas Pemula, panitia yang awalnya hanya membuka 2 blok, terpaksa harus menambah 1 blok lagi demi memenuhi membludaknya peminat. Itupun belum memberikan solusi karena masih ada peserta yang terpaksa gigit jari karena tiket tambahan sudah langsung terjual hanya dalam hitungan cepat.

Peserta yang sukses menembus urutan pertama Kelas Yunior

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah KPH Kusumo Parastho (mewakili KGPAA Paku Alam X), Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo SH Med, Panirada Kaistimewaan DIY Aris Eko Nugroho SP, MSi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset DIY Wiyos Santoso SE, MAcc, Pembina PPDSI Pusat H.Bambang Widoatmoko.

Terlihat pula ditengah-tengah para undangan yakni Ketua Umum PPDSI Pusat Moh.Makrus SE, Ketua PPDSI Yogyakarta sekaligus Ketua Panitia KGPAA Paku Alam ke-6 Prahadi serta Sekertaris PPDSI Yogyakarta Erwan YR. selama acara berlangsung, cuaca cerah mengawal sejak awal hingga berakhirnya kegiatan.

Peserta yang berhasil meraih podium pertama Kelas Pemula

Begitu juga dengan proses penjurian, tidak terlihat adanya gangguan. Peserta yang berada di pinggir lapangan begitu menikmati jalannya penjurian. Sesekali terdengar suara para pemilik, pemandu bakat sertau supporter ketika derkukuya mengeluarkan suara. Harapan mereka adalah juri bisa memberikan perhatian.

Peserta yang berhasil meraih juara di Kelas Pemula, foto bareng

Sampai akhirnya pengumuman para juara dilakukan. Untuk di Kelas Senior, Dewa Brata orbitan B2W Bird Farm Yogyakarta, derkuku bergelang B2W 3109 yang dikerek pada nomor 100 ditetapkan sebagai juara. Kemenangan ini bekat raihan bendera 6 warna selama empat babak berturut-turut.

Sigit Irianto yang mengawal sejak awal mengaku sempat deg-degan ketika pada babak keempat, derkuku yang lahir dari campuran trah Narasoma dan Basudewa sempat mendapatkan bendera 6 warna usulan. Artinya bahwa peluang Dewa Brata untuk mendapatkan bendera lebih, masih terbuka lebar.

Dekoemania Bali ikut meramaikan KGPAA Paku Alam Cup VI Yogyakarta

“Sebenarnya saat babak keempat, Dewa Brata sempat mendapatkan bendera 6 warna usulan, tapi karena waktunya mepet, maka peluang untuk mendapatkan bendera lebih belum terwujud,” terang Sigit Irianto. Namun kenyakinan masih tetap ada mengingat usia Dewa Brata masih berada di angka 1,5 tahun.

Cak Hari Imawan 9dua kiri) bersama dekoemania tanah air

“Saya yakin semakin bertambahnya usia Dewa Brata, maka performanya akan semakin bagus, karena awal burung ini lomba, kadang kurang rajin bunyi karena masih muda,” sambung Sigit Irianto lagi. Menyusul pada urutan kedua ada Presiden andalan Koh Liang Jakarta, derkuku produk ternak YNT 025 yang menempati nomor kerekan 102.

Dan ditempat ketiga ada Narasoma, amunisi lawas B2W Bird Farm Godean Yogyakarta ring B2W 1418 yang dikerek pada nomor 91. Di Kelas Yunior, podium pertama berhasil diraih Kamandanu amunisi Dian Rahayu Demak, derkuku produk ternak B2W Bird Farm yang menempati nomor kerekan 165.

H.Yusuf Haryanto (dua kiri) bersama rekan-rekan sesama dekoemania

Ditempat kedua ada Gladiator andalan Daud Toni Solo, ternakan B2W/Sword yang dikerek pada nomor 195 dan Kitaro orbitan Anton WDN Blitar ring B2W 2626 pada kerekan 164 sebagai peraih podium ketiga. Di Kelas Pemula, lagi-lagi produk B2W berhasil meraih podium pertama lewat aksi Sukowati.

Sugiarto (kiri) dekeomania Karawang ikut meramaikan gelaran KGPAA Paku Alam Yogyakarta

Derkuku orbitan B2W Bird Farm Yogyakarta ini adalah derkuku bergelang B2W 3444 yang dikerek pada nomor 147. Menyusul berikutnya Kawentar andalan Hanafi Blitar ring MH 52 pada kerekan nomor 118 dan tempat ketiga diraih Mbah Cemani milik Ir.Bambang HW Solo, ternakan PSG 158 yang berada di kerekan 45.

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.