Gagal di hobi perkutut, Cak hari meraih peruntungan di hobi derkuku

oleh -74 views
New AGS Bird Farm

Gagal di hobi perkutut, Cak hari meraih peruntungan di hobi derkuku – Penghobi burung anggungan seperti perkutut, puter dan derkuku makin moncer akhir – akhir ini. Terutama Jenis burung derkuku yang makin banyak ragam dan peminat dari berbagai kalangan. Banyak breeder yang berprestasi dan mengembangkan derkuku di tanah air.

Arumania Bird Farm - Sunaryo - Kediri

Salah Satunya Hari Imawan Alias Cak Hari yang bekerja di vendor di lingkungan PT. Wijaya Karya Beton, Tbk. Pria 58 tahun kelahiran Jawa Timur yang kini berdomisili di Perum Griya Bukit Jaya M23 no.12 Gunung Putri, Bogor memiliki hobi dan ternak burung Derkuku.

Rejeki tidak terduga itu bermula dari tahun 2015 sejak beternak perkutut yang tidak kunjung berhasil. Dari pengalaman tersebut Cak Hari banting setir beralih ke burung anggungan lainya yaitu Derkuku. Mantap dengan mengusung nama Nyunggi Wakul dijadikan nama farm.

 Cak Hari meraih peruntungan di hobi derkuku

Ia mengungkapkan bahwa, Nyunggi Wakul ( Bahasa Jawa ) mempunyai filosofi bermakna memanggul tempat nasi di atas kepala. Ini juga berarti Nasi merupakan makanan pokok keluarga sebagai kebutuhan dasar berkeluarga, harus mendapatkan tempat yg terhormat / terlindungi, terjaga. Dan tempat yg aman adalah diatas kepala. Mantaplah dengan Nama ” Nyunggi Wakul Bird Farm ” .

Modal adalah masalah klasik di setiap orang berniaga ataupun berbisnis. Tidak dengan Cak Hari, Dia masih memanfaatkan sesuatu dari kegagalan ternak perkutut sebelumnya.

DK Bird Farm - Derkuku & Puter Pelung - Tangerang

” Saya memulai beternak menggunakan kandang perkutut yang sudah ada berjumlah 3 kandang “, katanya.

Saat di wawancarai, Cak Hari menceritakan seiring waktu menambah jumlah kandang secara bertahap, modal awal bikin kandang baru sebesar 10 juta, dan saat ini jumlah kandang Nyunggi Wakul Bird Farm sebanyak 16 kandang. Dari beberapa kandang miliknya, memiliki materi kandang yang cukup di perhitungakan berikut materi kandangnya :

Nyunggi Wakul Bird Farm selalu memperhatikan pemilihan pakan terbaik termasuk milet, beras merah, gabah bangkok, ketan hitam, pakan Pur SP 22 ( pur burung puyuh ) khusus untuk kandang ternak dll.

Dari hasil ternak di Nyunggi Wakul Bird Farm, Fakta di temui terbilang unik dalam hal penjualan burung derkuku. “Karena beternak derkuku ini dilandasi oleh hobi murni, dan bukan bisnis, maka cara menjualnya sangat relatif. Khususnya untuk para pemula, kami memberikan harga sesuai kemampuan daya beli pembeli. Pernah menjual harga 100 ribu dan termahal ( khusus penghobi murni ) seharga 5 juta. Lebih dari harga tersebut belum pernah, karena secara kualitas Nyunggi Wakul Bird Farm adalah farm yg masih taraf belajar breeding”, tuturnya Rabu (17/06/2020).

Omzet dari Nyunggi Wakul Bird Farm relatif, tidak menjadi patokan, karena Cak Hari berdalih tidak memprioritaskan lahan ini sebagai bisnis murni, tapi karena dilandasi hobi. Secara hasil keuangan ternaknya belum pernah di catat dalam pembukuan.

Konsumen atau penghobi burung di Nyunggi Wakul variatif, dari para penghobi murni derkuku, para pelomba derkuku, para peternak derkuku, maupun kalangan penghobi unggas rumahan, sebagian sekedar klangean bunyi – bunyian dirumah sambil menemani makan singkong dan minum kopi di beranda rumahnya.

Deretan burung andalan di kandang adalah RMM 114 ( Raja basa ), SS 101 ( Suara Angin ), B2W 2477 ( Cempluk ) dan NW 139 ( Rondo Royal ). Burung tersebut mendiami antara Kandang 7, Kandang 11 dan Kandang 14 ( Kandang Favorit ). Tipe indukan yang di pelihara yaitu Suara midle, dan suara besar dengan tipe suara ujung panjang. Dari seleksi indukan yang tepat Nyunggi Wakul Bird Farm berhasil menghasilkan daya turun anakan dengan kualitas yang cukup bagus dan merata pada anak2nya.

Bicara prestasi Nyunggi Wakul Bird Farm cukup aktif dalam mengikuti berbagai lomba. Dari berbagai lomba seperti di Jogja, Solo dan Kota Jawa Timur mampu meraih penghargaan tidak terhitung. Sudah banyak tercatat di papan skor dan banyak piala yang di dapatkan dari berbagai lomba.

Lanjut saat di wawancarai infoguyubrukun.com,

Apa Suka duka saat menjalani ternak burung ?

Sukanya, bila hasil ternak moncer dan dapat piala dalam lomba, ini sebagai ukuran kepuasan sebagai peternak, kedua; banyak berinteraksi dengan sesama penghobi berbagai kalangan, yang mengutamakan silahturahim diatas segalanya. Dukanya bila melihat kecurangan dalam event lomba, dan menomorduakan para pemula sebagai lahan bisnis untuk penjualan hasil ternaknya.

“Sebagai Ketua 3 bidang kejurian pada PPDSI DKI, berharap juri dalam setiap lomba berlaku jujur saat menilai burung yang dinilai, terlepas siapa pemiliknya, karena yang dinilai adalah suara seni burung derkuku, bukan pemiliknya atau bagus sangkarnya. Sebagai pribadi dan peternak, berharap untuk para peternak tidak menjual mahal hasil ternaknya, khususnya kepada para pemula. Kenapa demikian ? Karena semakin banyak para pemula yg mengikuti lomba, maka diharapkan lomba semakin ramai. Dan kalau lomba semakin ramai, maka banyak yang diuntungkan, semisal ; peternak itu sendiri, penjualan pakan burung, baik yg kemasan maupun kiloan / eceran, pengrajin sangkar, pengrajin ring / gelang burung, pengrajin kerodong, T-shirt dan usaha – usaha lainnya seputar hobi tersebut saling mengikuti, symbiosis mutualisme,” jelas Cak Hari.

” Saya rasa Ternak Derkuku tak kalah menariknya dengan beternak perkutut maupun Puter Pelung, karena jenis burung tersebut sangat unik, mengapa unik ? Karena bagus tidaknya suara burung bagus hasil ternaknya tersebut tidak mutlak dihasilkan dari sepasang indukan yang bagus. Bisa jadi sebaliknya. Dan bila burung tersebut bersuara kurang atau tidak bagus, maka tidak bisa dirubah kualitas suaranya, apapun caranya, alias sudah paten suaranya seperti itu. Tidak seperti burung ocean / kicauan, yang bisa dirubah suaranya lebih bagus ( diisi suara burung – burung lain ) “, Papar Cak Hari tutup obrolan.

Untuk penghobi burung Derkuku dalam masa pendemi Covid 19 ini sangat berpengaruh, event – event lomba ditiadakan, dan jelas sangat berpengaruh terhadap hasil penjualan ternak. Untuk Konsumen atau pembeli di Nyunggi Wakul Bird Farm, terbanyak dari para sesama penghobi, teman – teman pelomba, kolega yang sebagian besar berdomisili diseputar Sejabotabekar. Sebagian kecil dari Jateng dan Jatim. Berikut alamat dan kontak yang bisa di hubungi buat sobat dekoemania.

 

Nyunggi Wakul Bird Farm

Pemilik : Hari Imawan ( Cak Hari )

Ternak : Burung Derkuku/Terkukur Dan Puter Pelung

Alamat : Perum Griya Bukit Jaya M23 no.12 Gunung Putri, Bogor – Jawa Barat

Kontak : 081212551255

Nyunggi Wakul Bird Farm - Cak Hari - Gunung Putri- Bogor